Gili Terawangan
Populasi penyu hijau, satwa yang diklaim langka di dunia, ternyata banyak ditemukan di Gili Trawangan. Tak hanya itu, pulau kecil di barat laut Pulau Lombok ini juga memiliki keragaman jenis ikan hias lebih tinggi dibandingkan dengan perairan barat Indonesia.
Berenang bersama penyu langka di alam bebas aduhai serunya. Saat snorkeling di perairan timur Gili Trawangan, penulis beruntung bisa menyaksikan lemah gemulainya penyu hijau (Chelonia mydas) beratraksi ria.
Satwa langka versi The World Conservation Union itu menari-menari dan melayang-layang di atas rimbunnya terumbu karang yang menghampar subur. Panorama ini tentu saja tak dapat dinikmati di perairan yang berpolutan dan miskin terumbu karang.
Ia dinamakan penyu hijau karena memiliki lemak berwarna hijau yang terletak di bawah cangkangnya. Dagingnya selain berasa lezat, konon juga berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan.
Tak hanya itu, cangkangnya juga kerap dimanfaatkan untuk aneka pernak-pernik hiasan. Begitu juga dengan telurnya, banyak digasak untuk konsumsi manusia. Inilah yang membuat di banyak daerah penyu ini terus dibantai. Di sepanjang pantai di Pulau Bali misalnya, penyu hijau sudah sangat sulit ditemukan.
Lain halnya dengan Gili Trawangan yang secara geografis berada di Selat Lombok. Di situ penyu hijau telah menemukan habitatnya. Maklum, ia hanya betah tinggal di perairan yang bebas polusi dan banyak cadangan makanannya. Ya, di Gili Trawangan yang secara administratif berada di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat itu menyediakan semua yang dibutuhkannya.
Lihat saja mutu air lautnya; tampak jernih, bersih, dan berkilau. Tak ada sampah mengapung. Limbah industri dan rumah tangga yang menggelontor ke perairan masih tergolong sangat minim.
Bebas Polusi
Berdasarkan riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tingkat kekeruhan (turbidity) air laut sangat kecil, kurang dari 1 mg/liter dengan kadar salinitas sekitar 33-34 ppt. Kondisi ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para penyelam (diver) dan snorkel.
Bukan apa-apa, mereka dapat melihat beragam terumbu karang dan biota laut dengan jelas karena berjarak pandang cukup jauh. Lebih dari itu, tubuh yang berendam di air yang bebas polusi juga terhindar dari penyakit kulit gatal dan mata.
Soal gelombang tak perlu khawatir. Gelombang dari Selat Lombok berupa alun dengan periode antara 5-6 detik. Sedangkan gelombang dari Laut Flores berupa alun berperiode 4-5 detik dengan ketinggian 1 meter.
Kecepatan arusnya juga relatif lamban, di bawah 1 knot. Ia hanya sedikit bergejolak ketika terjadi perubahan dari surut ke pasang atau sebaliknya. Pada saat seperti itu, kecepatan arusnya dapat mencapai 1,5 knot (sekitar 75 cm/detik).
Kondisi seperti ini tak ideal untuk para diver. Betapa tidak, kegiatan menyelam yang paling aman adalah jika kecepatan arusnya kurang dari 1 knot.
Lagi pula, pada saat terjadi gerakan arus tersebut biasanya disertai dengan ubur-ubur yang berjibun. Pada musim-musim tertentu, jumlah ubur-ubur ini sangat melimpah dan dapat membuat tubuh kita tak nyaman jika terkena binatang ini.
Jadi, ketika terjadi peralihan pasang-surut, sebaiknya nikmati saja pantainya. Anginnya bertiup sepoi-sepoi. Semilir angin berkecepatan kurang dari 10 knot (5 m/detik) semakin menjadi daya tarik untuk berleha-leha memanjakan diri di sepanjang hari. Apalagi pasir putihnya, ikut melengkapi kesempurnaan alam di Gili
Trawangan.
Menjorok ke dalam lagi, tumbuh himpunan terumbu karang tepi (fringing reef) yang menghampar selebar 100 - 500 m. Menurut Prof. Dr. Suharsono, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanologi LIPI, dibandingkan dengan Gili Meno dan Gili Air maka Gili Trawangan memiliki persentase tutupan terumbu karang hidup yang paling baik, yakni 60-80 persen.
"Berdasarkan hasil koleksi kami, terkumpul sebanyak 148 jenis karang yang mewakili 54 marga," ujarnya seperti terkutip dalam bukunya berjudul Wisata Bahari Pulau Lombok. Ia mengungkapkan, lereng terumbu karang di bagian barat Gili Trawangan kondisi karangnya masih bagus dan didominasi oleh marga Acropora dan Montipora.
Di antara populasi Acropora itu ada yang berwarna biru menyala (blue coral) sehingga sangat elok dipandang mata. Bahkan pada kedalaman sekitar 20 m masih dijumpai kima raksasa Tridacna gigas berukuran 75-100 cm. Di dunia, kima (moluska) jenis ini tergolong langka dan terancam punah.
Tak hanya itu. Gili Trawangan juga menyimpan banyak moluska dari jenis Cypraea Isabella. Jenis moluska ini sulit ditemui di perairan lainnya di Indonesia.
Menjadi Indikator
Suburnya terumbu karang menjadi indikator bagi populasi beragam jenis ikan. Riset di tiga gili atau pulau (Trawangan, Meno, dan Air) yang dilakukan M Adrim, peneliti perikanan dari LIPI, berhasil mencatat 167 jenis ikan yang mewakili 26 suku. Perinciannya; Pomacentridae sebanyak 40 jenis, Chaetodontidae (23 jenis), Acanthuridae (18 jenis), Labridae (15 jenis), Serranidae (13 jenis), dan Pomacanthidae (8 jenis).
Kalau Anda ingin mengenal aneka jenis ikan hias dalam bentuk dan warna yang memikat, Gili Trawangan adalah tempatnya. Kelimpahan tertinggi ada pada ikan hias Chromis ternatensis, Lepidozygus tapeinosoma, Pomacentrus moluccensis, Pomacentrus amboinensis, dan Cromis margaritifer.
Jenis-jenis ikan hias yang mempunyai bentuk dan warna menarik seperti Chaetodon kleini, Chaetodon melanootus, dan Chaetodon trifasciatus atau lebih dikenal sebagai butterfly fish mempunyai kelimpahan yang cukup tinggi. Ini pertanda kondisi terumbu karangnya masih baik.
"Jika dibandingkan dengan perairan di Pulau Seribu, Belitung, Batam, dan lain sebagainya maka perairan Lombok Barat memiliki potensi keanekaragaman jenis dan kelimpahan ikan yang lebih kaya," ungkap Adrim.
Sebut saja ikan hias kepe-kepe dari suku Chaetodontidae. Di Lombok Barat bermukim sekitar 23 jenis namun di Pulau Seribu hanya 19 jenis dan Belitung (5 jenis).
Begitu juga ikan butana suku Acanthuridae, di Pulau Seribu dan Belitung hanya memiliki 1-3 jenis. Padahal di perairan Lombok Barat terdapat 18 jenis.
Bahkan beberapa jenis ikan seperti Apolemichthys trimaculatus, Centropyge tibicen, Centropyge bicolor (dari suku Pomacanthidae), lalu Pulau brachialis (suku Pomacentridae), serta Anthias dispar, A. hutchi, dan A. squamipinis (suku Serranidae) dapat dengan mudah ditemukan di Gili Trawangan. Padahal, ikan-ikan tersebut tidak dijumpai di Laut Jawa.
Ikan-ikan hias ini seperti penari yang lemah gemulai di antara hamparan terumbu karang. Mereka siap menjadi penghibur setia bagi pecinta kehidupan dasar laut sejati.
b siswo
Pulau Kecil yang Tak Pernah Tidur
Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil dengan panjang sekitar 3 km dan lebar 2 km. Karena berukuran mini inilah, penduduk lokal tak mengizinkan kendaraan bermotor beroperasi di sana.
Sebuah kearifan lokal yang patut ditiru. Pulau itu tampak asri dan bersih. Tak ada suara deru motor dan asap knalpot yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan.
Sebagai gantinya, tersedia sepeda dan cidomo (sejenis kereta kuda khas Lombok). Namun berjalan kaki berkeliling ria di Gili Trawangan jauh lebih fresh, santai, dan mengasyikkan.
Denyut pulau ini terus berdetak. Sepanjang siang, keramaian tercipta dari para turis asing dan domestik yang menikmati keindahan panorama pantai dan dasar laut.
Di malam hari, suasana pesta begitu menyolok. Apalagi di musim liburan, selalu saja ada pesta semalam suntuk di bar, kedai, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Ya, Gili Trawangan memang tak pernah tidur.
Terlepas dari hiruk pikuk tersebut, secara geologis, Gili Trawangan berada di zona utara Pulau Lombok yang dibangun oleh Gunung Rinjani. Dalam sistem busur Kepulauan Indonesia, Rinjani merupakan bagian dari rangkaian sistem Mediteranian yang membujur dari Aceh, Jawa, Nusa Tenggara, dan berakhir di Sulawesi.
Komposisi sedimen di perairan Gili Trawangan tersusun dari fragmen koral (10-90 %), cangkang biota (3-60 %), dan komposisi mineral lain (sangat kecil). Pada daerah tertentu didominasi oleh Foraminifera jenis Bacugypsina yang massanya sangat ringan sehingga sedimen seperti mengandung batu apung (fumice). b siswo
Berenang bersama penyu langka di alam bebas aduhai serunya. Saat snorkeling di perairan timur Gili Trawangan, penulis beruntung bisa menyaksikan lemah gemulainya penyu hijau (Chelonia mydas) beratraksi ria.
Satwa langka versi The World Conservation Union itu menari-menari dan melayang-layang di atas rimbunnya terumbu karang yang menghampar subur. Panorama ini tentu saja tak dapat dinikmati di perairan yang berpolutan dan miskin terumbu karang.
Ia dinamakan penyu hijau karena memiliki lemak berwarna hijau yang terletak di bawah cangkangnya. Dagingnya selain berasa lezat, konon juga berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan.
Tak hanya itu, cangkangnya juga kerap dimanfaatkan untuk aneka pernak-pernik hiasan. Begitu juga dengan telurnya, banyak digasak untuk konsumsi manusia. Inilah yang membuat di banyak daerah penyu ini terus dibantai. Di sepanjang pantai di Pulau Bali misalnya, penyu hijau sudah sangat sulit ditemukan.
Lain halnya dengan Gili Trawangan yang secara geografis berada di Selat Lombok. Di situ penyu hijau telah menemukan habitatnya. Maklum, ia hanya betah tinggal di perairan yang bebas polusi dan banyak cadangan makanannya. Ya, di Gili Trawangan yang secara administratif berada di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat itu menyediakan semua yang dibutuhkannya.
Lihat saja mutu air lautnya; tampak jernih, bersih, dan berkilau. Tak ada sampah mengapung. Limbah industri dan rumah tangga yang menggelontor ke perairan masih tergolong sangat minim.
Bebas Polusi
Berdasarkan riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tingkat kekeruhan (turbidity) air laut sangat kecil, kurang dari 1 mg/liter dengan kadar salinitas sekitar 33-34 ppt. Kondisi ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para penyelam (diver) dan snorkel.
Bukan apa-apa, mereka dapat melihat beragam terumbu karang dan biota laut dengan jelas karena berjarak pandang cukup jauh. Lebih dari itu, tubuh yang berendam di air yang bebas polusi juga terhindar dari penyakit kulit gatal dan mata.
Soal gelombang tak perlu khawatir. Gelombang dari Selat Lombok berupa alun dengan periode antara 5-6 detik. Sedangkan gelombang dari Laut Flores berupa alun berperiode 4-5 detik dengan ketinggian 1 meter.
Kecepatan arusnya juga relatif lamban, di bawah 1 knot. Ia hanya sedikit bergejolak ketika terjadi perubahan dari surut ke pasang atau sebaliknya. Pada saat seperti itu, kecepatan arusnya dapat mencapai 1,5 knot (sekitar 75 cm/detik).
Kondisi seperti ini tak ideal untuk para diver. Betapa tidak, kegiatan menyelam yang paling aman adalah jika kecepatan arusnya kurang dari 1 knot.
Lagi pula, pada saat terjadi gerakan arus tersebut biasanya disertai dengan ubur-ubur yang berjibun. Pada musim-musim tertentu, jumlah ubur-ubur ini sangat melimpah dan dapat membuat tubuh kita tak nyaman jika terkena binatang ini.
Jadi, ketika terjadi peralihan pasang-surut, sebaiknya nikmati saja pantainya. Anginnya bertiup sepoi-sepoi. Semilir angin berkecepatan kurang dari 10 knot (5 m/detik) semakin menjadi daya tarik untuk berleha-leha memanjakan diri di sepanjang hari. Apalagi pasir putihnya, ikut melengkapi kesempurnaan alam di Gili
Trawangan.
Menjorok ke dalam lagi, tumbuh himpunan terumbu karang tepi (fringing reef) yang menghampar selebar 100 - 500 m. Menurut Prof. Dr. Suharsono, peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Oceanologi LIPI, dibandingkan dengan Gili Meno dan Gili Air maka Gili Trawangan memiliki persentase tutupan terumbu karang hidup yang paling baik, yakni 60-80 persen.
"Berdasarkan hasil koleksi kami, terkumpul sebanyak 148 jenis karang yang mewakili 54 marga," ujarnya seperti terkutip dalam bukunya berjudul Wisata Bahari Pulau Lombok. Ia mengungkapkan, lereng terumbu karang di bagian barat Gili Trawangan kondisi karangnya masih bagus dan didominasi oleh marga Acropora dan Montipora.
Di antara populasi Acropora itu ada yang berwarna biru menyala (blue coral) sehingga sangat elok dipandang mata. Bahkan pada kedalaman sekitar 20 m masih dijumpai kima raksasa Tridacna gigas berukuran 75-100 cm. Di dunia, kima (moluska) jenis ini tergolong langka dan terancam punah.
Tak hanya itu. Gili Trawangan juga menyimpan banyak moluska dari jenis Cypraea Isabella. Jenis moluska ini sulit ditemui di perairan lainnya di Indonesia.
Menjadi Indikator
Suburnya terumbu karang menjadi indikator bagi populasi beragam jenis ikan. Riset di tiga gili atau pulau (Trawangan, Meno, dan Air) yang dilakukan M Adrim, peneliti perikanan dari LIPI, berhasil mencatat 167 jenis ikan yang mewakili 26 suku. Perinciannya; Pomacentridae sebanyak 40 jenis, Chaetodontidae (23 jenis), Acanthuridae (18 jenis), Labridae (15 jenis), Serranidae (13 jenis), dan Pomacanthidae (8 jenis).
Kalau Anda ingin mengenal aneka jenis ikan hias dalam bentuk dan warna yang memikat, Gili Trawangan adalah tempatnya. Kelimpahan tertinggi ada pada ikan hias Chromis ternatensis, Lepidozygus tapeinosoma, Pomacentrus moluccensis, Pomacentrus amboinensis, dan Cromis margaritifer.
Jenis-jenis ikan hias yang mempunyai bentuk dan warna menarik seperti Chaetodon kleini, Chaetodon melanootus, dan Chaetodon trifasciatus atau lebih dikenal sebagai butterfly fish mempunyai kelimpahan yang cukup tinggi. Ini pertanda kondisi terumbu karangnya masih baik.
"Jika dibandingkan dengan perairan di Pulau Seribu, Belitung, Batam, dan lain sebagainya maka perairan Lombok Barat memiliki potensi keanekaragaman jenis dan kelimpahan ikan yang lebih kaya," ungkap Adrim.
Sebut saja ikan hias kepe-kepe dari suku Chaetodontidae. Di Lombok Barat bermukim sekitar 23 jenis namun di Pulau Seribu hanya 19 jenis dan Belitung (5 jenis).
Begitu juga ikan butana suku Acanthuridae, di Pulau Seribu dan Belitung hanya memiliki 1-3 jenis. Padahal di perairan Lombok Barat terdapat 18 jenis.
Bahkan beberapa jenis ikan seperti Apolemichthys trimaculatus, Centropyge tibicen, Centropyge bicolor (dari suku Pomacanthidae), lalu Pulau brachialis (suku Pomacentridae), serta Anthias dispar, A. hutchi, dan A. squamipinis (suku Serranidae) dapat dengan mudah ditemukan di Gili Trawangan. Padahal, ikan-ikan tersebut tidak dijumpai di Laut Jawa.
Ikan-ikan hias ini seperti penari yang lemah gemulai di antara hamparan terumbu karang. Mereka siap menjadi penghibur setia bagi pecinta kehidupan dasar laut sejati.
b siswo
Pulau Kecil yang Tak Pernah Tidur
Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil dengan panjang sekitar 3 km dan lebar 2 km. Karena berukuran mini inilah, penduduk lokal tak mengizinkan kendaraan bermotor beroperasi di sana.
Sebuah kearifan lokal yang patut ditiru. Pulau itu tampak asri dan bersih. Tak ada suara deru motor dan asap knalpot yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan.
Sebagai gantinya, tersedia sepeda dan cidomo (sejenis kereta kuda khas Lombok). Namun berjalan kaki berkeliling ria di Gili Trawangan jauh lebih fresh, santai, dan mengasyikkan.
Denyut pulau ini terus berdetak. Sepanjang siang, keramaian tercipta dari para turis asing dan domestik yang menikmati keindahan panorama pantai dan dasar laut.
Di malam hari, suasana pesta begitu menyolok. Apalagi di musim liburan, selalu saja ada pesta semalam suntuk di bar, kedai, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Ya, Gili Trawangan memang tak pernah tidur.
Terlepas dari hiruk pikuk tersebut, secara geologis, Gili Trawangan berada di zona utara Pulau Lombok yang dibangun oleh Gunung Rinjani. Dalam sistem busur Kepulauan Indonesia, Rinjani merupakan bagian dari rangkaian sistem Mediteranian yang membujur dari Aceh, Jawa, Nusa Tenggara, dan berakhir di Sulawesi.
Komposisi sedimen di perairan Gili Trawangan tersusun dari fragmen koral (10-90 %), cangkang biota (3-60 %), dan komposisi mineral lain (sangat kecil). Pada daerah tertentu didominasi oleh Foraminifera jenis Bacugypsina yang massanya sangat ringan sehingga sedimen seperti mengandung batu apung (fumice). b siswo
Naik satu tingkat: Lokasi di Gili Islands
Objek wisata di Gili Trawangan
| Freedive Gili and Gili Yoga Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.3 di Gili Trawangan, Indonesia | Gili Divers Jenis objek wisata: Olahraga Air; Toko Barang-Barang Khusus; Sekolah Peringkat No.1 di Gili Trawangan, Indonesia Manta Dive Jenis objek wisata: Tur; Sekolah; Sasana/Arena Latihan Olahraga Peringkat No.2 di Gili Trawangan, Indonesia Vila Ombak Diving Academy Jenis objek wisata: Sasana/Arena Latihan Olahraga Peringkat No.6 di Gili Trawangan, Indonesia |
Objek wisata di dekat Gili Trawangan
| Karang Divers Gili Air, Gili Islands. 5 km sebelah timur dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.2 di Gili Air, Indonesia Pusat Penyelam DSM Lombok Senggigi, Lombok. 17 km sebelah selatan dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Sasana/Arena Latihan Olahraga Peringkat No.2 di Senggigi, Indonesia Abadi Agus & Team Private Tours Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.37 di Ubud, Indonesia Spa Hati Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.65 di Ubud, Indonesia Studio Keramik Sari Api Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Galeri Seni Peringkat No.42 di Ubud, Indonesia Goa Gajah Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Gua Bawah Tanah/Gua Peringkat No.51 di Ubud, Indonesia Kecak Fire & Trance Dance Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Pertunjukan Peringkat No.23 di Ubud, Indonesia Teras Sawah Tegallalang Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Pertanian Peringkat No.43 di Ubud, Indonesia SANg Spa Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.22 di Ubud, Indonesia Traditional Balinese Healing Center Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.98 di Ubud, Indonesia Burat Wangi Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Peringkat No.39 di Ubud, Indonesia White Lotus Ubud, Bali. 87 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Pusat Kebugaran Peringkat No.71 di Ubud, Indonesia Pusat Penyembuhan Ubud Bodywork Centre Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.46 di Ubud, Indonesia Nur Salon Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.47 di Ubud, Indonesia Pura Saraswati Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tempat Keagamaan Peringkat No.75 di Ubud, Indonesia Bali Spirit Festival Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Pertunjukan Peringkat No.33 di Ubud, Indonesia Museum Puri Lukisan Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Museum Kesenian Peringkat No.63 di Ubud, Indonesia Venezia Day Spa & Salon Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.58 di Ubud, Indonesia Bong's Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Peringkat No.82 di Ubud, Indonesia Bali Animal Welfare Association Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Area Wisata Alam/Taman Margasatwa Peringkat No.50 di Ubud, Indonesia The Kayma Spa Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.45 di Ubud, Indonesia ShangriLa Spa Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.49 di Ubud, Indonesia Bali On Bike Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.4 di Ubud, Indonesia Bali Eco Cycling (Bali Budaya Tours) Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.15 di Ubud, Indonesia Jaens Spa Ubud Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.16 di Ubud, Indonesia Bersepeda di Pedesaan Bali Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Jalur Sepeda Peringkat No.18 di Ubud, Indonesia Merano Green Spa & Salon Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.74 di Ubud, Indonesia Tamarind Spa at Murni's Houses Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.13 di Ubud, Indonesia Bali Emerald Tur Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.17 di Ubud, Indonesia Bali Botanica Day Spa Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.36 di Ubud, Indonesia Lobong Cooking Class Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: "Kursus/Lokakarya" Peringkat No.5 di Ubud, Indonesia Sekolah Kuliner Mozaic Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: "Kursus/Lokakarya" Peringkat No.24 di Ubud, Indonesia Bali Trust Driver - Private Tours Ubud, Bali. 89 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.55 di Ubud, Indonesia Museum Neka Ubud, Bali. 91 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Museum Kesenian Peringkat No.35 di Ubud, Indonesia Sari Dewi Bali, Indonesia. 91 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Peringkat No.397 di Bali, Indonesia Aroma Spa Retreat Sanur Bali Sanur, Bali. 94 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.5 di Sanur, Indonesia Pasar Sindhu Sanur, Bali. 94 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Barang-Barang Khusus; Toko Peringkat No.16 di Sanur, Indonesia Gudang Keramik Sanur, Bali. 94 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Factory Outlet; Toko Barang-Barang Khusus Peringkat No.22 di Sanur, Indonesia Mandurah Spa Sanur, Bali. 94 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.18 di Sanur, Indonesia Crystal Divers Sanur, Bali. 94 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.14 di Sanur, Indonesia Supir Privat di Bali Sanur, Bali. 95 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.3 di Sanur, Indonesia Blue Season Bali Sanur, Bali. 95 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.17 di Sanur, Indonesia Sekolah Bali Stand Up Paddle Sanur, Bali. 95 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Sasana/Arena Latihan Olahraga Peringkat No.6 di Sanur, Indonesia Arung Jeram -Bali View Rafting Bali, Indonesia. 95 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Perairan Peringkat No.233 di Bali, Indonesia Trip Sehari Bali Scuba Sanur, Bali. 95 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.12 di Sanur, Indonesia | Bali Agung Tours Bali, Indonesia. 97 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.159 di Bali, Indonesia Ketut Muliantara Bali, Indonesia. 99 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.110 di Bali, Indonesia Pura Taman Ayun Mengwi, Bali. 99 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tempat Keagamaan Peringkat No.1 di Mengwi, Indonesia Sekolah Surfing Pro Surf Kuta, Bali. 99 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Sasana/Arena Latihan Olahraga Peringkat No.6 di Kuta, Indonesia Plaza Bali Kuta, Bali. 100 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tengara/Tempat Tujuan Peringkat No.39 di Kuta, Indonesia Bumbu Bali Cooking School Tanjungbenoa, Semenanjung Nusa Dua. 102 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: "Kursus/Lokakarya" Peringkat No.3 di Tanjungbenoa, Indonesia Bali Jet Set Dive dan Olah Raga Bahari Tanjungbenoa, Semenanjung Nusa Dua. 102 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Kompleks Olahraga Peringkat No.1 di Tanjungbenoa, Indonesia Kriya Spa Nusa Dua, Semenanjung Nusa Dua. 102 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.6 di Nusa Dua, Indonesia The Experience Bali Bali, Indonesia. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Jalur Kendaraan Off Road/Segala Medan Peringkat No.301 di Bali, Indonesia Carrefour Denpasar Kuta, Bali. 103 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Peringkat No.15 di Kuta, Indonesia Bali Green Spa Kuta, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.4 di Kuta, Indonesia PT. RAMA WIRA PERDANA- Tur Kecak & Hidangan Istana Kerajaan Jawa Kuta, Bali. 103 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.32 di Kuta, Indonesia Beautyworx Bali, Indonesia. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa; Toko Barang-Barang Khusus Peringkat No.343 di Bali, Indonesia Glo Day Spa Seminyak Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.10 di Seminyak, Indonesia Mal Bali Galeria Kuta, Bali. 103 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Mal Peringkat No.25 di Kuta, Indonesia Jari Menari Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.2 di Seminyak, Indonesia Murano Spa Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.18 di Seminyak, Indonesia Chef Dean Cooking Class Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: "Kursus/Lokakarya" Peringkat No.1 di Seminyak, Indonesia Supermarket Bintang Seminyak Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Mal; Toko Peringkat No.17 di Seminyak, Indonesia Bodyworks Seminyak Seminyak, Bali. 103 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.13 di Seminyak, Indonesia Sakura Bali Nusa Dua, Semenanjung Nusa Dua. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.13 di Nusa Dua, Indonesia Spa Bali Legian/Kuta Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.28 di Kuta, Indonesia Scuba Duba Doo Dive Center Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.10 di Kuta, Indonesia Surf Factory Outlet Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Toko Peringkat No.30 di Kuta, Indonesia Sekolah Surfing Rip Curl Legian, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Kompleks Olahraga Peringkat No.2 di Legian, Indonesia Ambiente Reflexology & Spa Kuta, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.21 di Kuta, Indonesia Luna Spa Legian Legian, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.3 di Legian, Indonesia Melasti Beach Resort Spa Legian, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.1 di Legian, Indonesia Private Bali Driver in Kuta Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.3 di Kuta, Indonesia AquaMarine Diving - Bali Kuta, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.1 di Kuta, Indonesia Amo Spa Seminyak, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.11 di Seminyak, Indonesia Dupa Spa Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.37 di Kuta, Indonesia Rama Spa at Kuta Seaview Boutique Resort & Spa Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Body Sanctum Spa Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.35 di Kuta, Indonesia Carter Mobil -Baliku Tour Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur The Spa di The Legian Legian, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Peringkat No.4 di Legian, Indonesia Rama Spa at Ramayana Hotel Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Spa Seminyak Square Seminyak, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Mal Peringkat No.20 di Seminyak, Indonesia Sekolah Surf Odysseys Kuta, Bali. 105 km sebelah barat daya dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Olahraga Air Peringkat No.7 di Kuta, Indonesia Bali Luxury Day Cruise Seminyak, Bali. 105 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tur Peringkat No.26 di Seminyak, Indonesia Kelas Yoga di Villa Serenity Canggu Canggu, Bali. 107 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Lainnya Peringkat No.7 di Canggu, Indonesia Puri Klungkung Bali, Indonesia. 108 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Tempat Bersejarah Peringkat No.242 di Bali, Indonesia Padang Bai Bali, Indonesia. 108 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Feri/Kapal; Pantai; Perairan Peringkat No.228 di Bali, Indonesia Air Terjun Gitgit Singaraja, Bali. 108 km sebelah barat dari Gili Trawangan Jenis objek wisata: Air Terjun Peringkat No.2 di Singaraja, Indonesia |
Gili Trawangan adalah tempat paling sempurna untuk mengeksplorasi atraksi kebudayaan Lombok. Dengan sejumlah atraksi untuk dinikmati, Gili Trawangan tidak akan berhenti memukau Anda. Sebagai salah satu destinasi yang disukai para tamu, Lombok adalah tempat berlibur yang berkesan dengan sejumlah tempat terkenal dan makanan lezat.
Tidak perlu mencari-cari lagi, agoda.web.id telah menawarkan Anda akomodasi terbaik di Gili Trawangan dengan harga terendah yang tidak tersaingi. Ekplorasilah daftar penuh akomodasi di Lombok dan temukan pilihan sempurna yang paling cocok dengan Anda. Lihatlah penawaran hotel terfavorit di Gili Trawangan dengan memasukkan tanggal perjalanan Anda di kotak pencarian.
Tidak perlu mencari-cari lagi, agoda.web.id telah menawarkan Anda akomodasi terbaik di Gili Trawangan dengan harga terendah yang tidak tersaingi. Ekplorasilah daftar penuh akomodasi di Lombok dan temukan pilihan sempurna yang paling cocok dengan Anda. Lihatlah penawaran hotel terfavorit di Gili Trawangan dengan memasukkan tanggal perjalanan Anda di kotak pencarian.
KBR68H, Gili Trawangan - Warga Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat memprotes penyerobotan lahan pertanian oleh para pengusaha yang datang ke daerah tersebut. Penyerobotan lahan tersebut diduga melibatkan sejumlah pejabat daerah. Tokoh Masyarakat Adat Gili Trawangan Haji Rukding menyatakan lahan masyarakat semakin menyempit dari satu hektar kini hanya sekitar 15 are. Walaupun tanah tersebut tidak bersertifikat, namun warga sempat mendapat janji untuk proses sertifikasi, yang sampai sekarang belum terealisasi.
“Kita ini setiap mulut pemerintah itu, kita mengiyakan saja, karena ini tidak ada kuitansi. Kita lupa, serahkan uang, perorangan 2 setengah itu, adminitrasi katanya membuat surat itu, simpang siur, kita tunggu-tunggu gak ada apa.”
Tokoh Masyarakat Adat Gili Trawangan Haji Rukding mengaku mempertanyakan Program Pertanahan Nasional (Prona) yang dikembangkan oleh pemerintah. Karena dengan program ini petugas yang datang mengukur tanah malah menyebabkan tanah masyarakat menyusut.
“Kita ini setiap mulut pemerintah itu, kita mengiyakan saja, karena ini tidak ada kuitansi. Kita lupa, serahkan uang, perorangan 2 setengah itu, adminitrasi katanya membuat surat itu, simpang siur, kita tunggu-tunggu gak ada apa.”
Tokoh Masyarakat Adat Gili Trawangan Haji Rukding mengaku mempertanyakan Program Pertanahan Nasional (Prona) yang dikembangkan oleh pemerintah. Karena dengan program ini petugas yang datang mengukur tanah malah menyebabkan tanah masyarakat menyusut.
| Pengelolaan Limbah Berbasis Masyarakat Haji Ruding berkeliling kembali mengitari kampung di atas pulau kecil yang telah ditinggalinya sepanjang hayat, setidaknya sampai usianya yang berada di awal enam puluhan. Seakan tidak percaya, rutinitas setiap pagi yang selalu dia kerjakan selama berpuluh-puluh tahun, dia lakukan berulangulang sambil terus berpikir tiada henti. Pulau yang dia tinggali dari hari ke hari semakin menyempit oleh tumpukan sampah yang berserakan di seluruh pelosok kampung. Tidak hanya di kampungnya, tapi juga di kampung tetangga sekitarnya. Pulau kecil, tanah kelahiran Haji Ruding yang dalam satu dekade terakhir ini terus berkembang menjadi daerah tujuan wisata bahari, ditunjukkan dengan banyaknya pemodal yang membangun sarana pariwisata di sana. Hotel-hotel dibangun, rumah-rumah makan didirikan dan kafe-kafe bermunculan. Perkembangan ini di satu sisi menguntungkan bagi perekonomian setempat dan mengangkat kehidupan warga pulau ini. Akan tetapi di sisi yang lain, terdapat dampak lingkungan yang secara langsung terlihat, yaitu meningkatnya tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik sehingga selain menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, apalagi oleh para wisatawan, juga sangat berpotensi menurunkan kualitas kesehatan warga. Haji Ruding terus berpikir berulang-ulang, kenapa hal ini terjadi? Satu hal yang mendasar dan menjadi akar permasalahan adalah tidak adanya kepedulian dari warga pulau yang tidak terbilang besar ini akan pengelolaan sampah yang baik. Hal ini diperparah oleh ketidak pedulian para pengelola hotel, rumah makan dan cafe untuk mengelola sampah yang dihasilkannya. Pak haji berpikir, kalau hal ini terus dibiarkan, maka akan mengancam kegiatan pariwisata di sana, dimana sebagai konsekuensinya akan berdampak pada keberlanjutan perekonomian setempat yang bergantung padanya. Setelah berulang kali berputar mengelilingi pulau, Pak Haji sadar bahwa tidak ada satu pun usaha untuk mengelola sampah di sana. Untuk mengetahui seperti apa tanah kelahiran Pak Haji ini, mari kita simak uraian berikut. Sekilas Alam dan Lingkungan Gili Trawangan Letak Geografis dan Administrasi Gili Trawangan merupakan salah satu pulau kecil yang terletak di sebelah utara dari bagian Barat Kabupaten Lombok Barat. Secara geografis kawasan Gili Trawangan terletak pada 115o46’ BT-116o28’BT dan 8o12’LS-8o55’LS. Wilayah ini secara administrasi terdiri dari 1 (satu) dusun dan 6 (enam) Rukun Tetangga. Dalam lingkup administrasi pemerintahan yang luas Gili Terawangan merupakan bagian dari wilayah desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, dengan batas-batas fisik sebagai berikut: · Sebelah utara : Laut Jawa · Sebelah selatan : Daratan Bangsal (Pemenang) · Sebelah barat : Selat Lombok · Sebelah timur : Gili Meno Klimatologi, Hidrologi dan Oceanografi Keadaan iklim di kawasan Gili tidak berbeda dengan iklim di Kecamatan Pemenang dan sekitarnya yang mempunyai dua musim, kemarau dan hujan, dipengaruhi oleh dua kali perubahan arah angin (musim). Pada bulan April-Oktober bertiup angin kering dari tenggara mengakibatkan musim kemarau. Pada bulan November-Maret bertiup angin yang mengandung uap angin dari barat laut, menyebabkan musim hujan. Kecepatan angin pada musim ini cukup kencang sementara di musim kemarau kecepatan angin rendah. Curah hujan tertinggi pada bulan April sebesar 385 dengan jumlah hari hujan d hari, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juni dan Agustus sebesar 7 dan 18 dengan rata-rata hari hujan empat hari. Keadaan suhu tahunan rata-rata antara 27o –33oC, kelembaban 77-82% dan intensitas cahaya matahari setiap harinya 62-90%. Kedalaman air tanah yang terdapat di Gili Trawangan berkisar antara 3-5 meter, kecuali di tempat tertentu dapat mencapai 9 meter. Kualitas air tanah terutama pada sumur gali di Gili Trawangan tidak terlalu baik dan dipengaruhi oleh air laut (air payau). Kedalaman pantai di Kawasan Gili Trawangan berkisar antara 1-3 meter pada batas 20 meter dari tepi pantai. Kedalaman 20 meter terdapat pada batas 40 meter dari pantai. Pasang surut pantai mencapai limit maksimum 3 meter dan di sekitar pantai kawasan terdapat kumpulan batuan karang. Arah arus antara bulan Desember sampai dengan bulan April bergerak dari utara dengan kecepatan rata-rata 0,25 m/detik, sedangkan pada bulan Juni sampai dengan September bergerak dari selatan dengan kecepatan rata-rata 0,25 m/detik, kecuali pada bulan Oktober bisa mencapai 0,40 m/detik. Gelombang yang terjadi pada kedua musim rata-rata satu meter. Kondisi Lingkungan Sejalan dengan pesatnya perkembangan kegiatan wisata dan sosial ekonomi maupun fisik kawasan Gili Terawangan, akibat tuntutan kebutuhan wisatawan maupun penduduk lokal, maka sudah selayaknya aspek kondisi lingkungan ini menjadi perhatian yang cukup serius. Karena pada dasarnya, keindahan, ketertiban dan kenyaman lingkungan tersebut merupakan tuntutan kebutuhan juga, baik bagi wisatawan maupun penghuni lingkungan di kawasan tersebut. Pola penggunaan lahan pada saat ini masih di dominasi oleh lahan tidak terbangun berupa ladang dan semak belukar yang sebagian besar merupakan kawasan penyangga dan perbukitan, sedangkan lahan terbangun hanya sebagian kecil sekitar 20% dari wilayahnya. Kawasan terbangun yang ada saat ini terdiri dari bangunan sarana akomodasi pariwisata berupa hotel, bungalow, restoran, tempat penjualan barang kerajinan, serta kegiatan penunjang pariwisata lainnya ditambah dengan kegiatan pemukiman penduduk. Rata-rata kondisi bangunan dan lingkungannya berkisar dari baik hingga sedang kecuali kawasan permukiman memiliki kondisi bangunan dan lingkungan yang sedang hingga buruk. Air limbah yang dihasilkan dari pulau ini merupakan buangan air kotor dari hotel, rumah makan maupun perumahan penduduk. Air limbah di kawasan perencanaan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: · Air limbah manusia (tinja) · Air bekas cuci dan mandi. Air limbah umumnya dikelolah secara individual dengan menggunakan septic-tank. Sumber produksi sampah yang paling tinggi di kawasan Gili, berasal dari sampah hotel, rumah makan dan rumah tangga. Jenis sampah tersebut dapat digolongkan sebagai sampah padat organik yang mudah membusuk. Sebagian besar sampah masih dikelola secara individual yaitu: dengan mengumpulkan dan menimbun sampah ke dalam lubang di tanah, kemudian selama periode waktu 2-3 hari sekali sampah dimusnahkan dengan cara dibakar. Keadaan Sosial Ekonomi Kependudukan dan Tenaga Kerja Ditinjau secara keseluruhan, jumlah penduduk di Gili Trawangan saat ini diperkirakan mencapai 979 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 299 KK. Jumlah ini terdistribusi pada lingkungan permukiman yang ada. Penduduk usia bekerja (15-45 tahun) sekitar 48,11% dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Penduduk yang bekerja sebagai petani (petani pemilik dan buruh tani) sekitar 33,78%. Selain petani yang bekerja sebagai nelayan (1,88%), sisanya adalah pengusaha hotel dan penginapan, pedagang, karyawan hotel dan pekerjaan jasa lainnya. Kasus ini ditulis oleh Arifin Bakti dan Virza Sasmitawidjaya, konsultan independen, di bawah bimbingan Ahmad D.Habir,Ph.D, Dekan Fakultas Manajemen-Swiss German University, sebagai bagian dari program Promoting Leadership for Integrated Development yang didukung oleh Ford Foundation Indonesia. Semua materi yang terkandung di dalam artikel ini dipersiapkan semata-mata hanya untuk tujuan pembelajaran. Kasus ini tidak dimaksudkan atau dirancang sebagai gambaran yang menunjukkan sebuah praktek yang benar atau salah. Hak Cipta © 2007 dimiliki oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Studi Kasus yang dipaparkan ini hanya berisi sebagian dari isi keseluruhan studi kasus dengan judul tersebut diatas. |